
You are here
UNY Perkuat Daya Saing Perajin Kayu Bantul melalui Modernisasi Produksi dan Pemasaran Digital
Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat kembali diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Tim dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan bertema “Penguatan Kapasitas Perajin Kayu di Desa Sumbermulyo melalui Optimalisasi Teknologi Produksi dan Digital Marketing” yang ditujukan bagi UKM Gandok Handycraft di Dusun Gersik, Sumbermulyo, Bantul. Program ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha kerajinan kayu, terutama pada sektor produksi dan pemasaran. Walaupun sebelumnya para perajin pernah memiliki pasar ekspor yang cukup besar, kondisi pascapandemi menyebabkan penurunan aktivitas usaha. Selain itu, keterbatasan fasilitas produksi dan sistem pemasaran yang masih bergantung pada perantara menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha. Ketua tim pengabdian, Dr. Ir. Paryanto. M.Pd, menjelaskan bahwa program dirancang untuk memberikan solusi yang bersifat menyeluruh. Menurutnya, penguatan tidak hanya dilakukan melalui penyediaan teknologi produksi, tetapi juga dengan membangun kemampuan mitra dalam mengelola pemasaran secara mandiri berbasis digital. “Digital marketing membuka peluang agar pelaku usaha dapat menjangkau konsumen lebih luas tanpa harus bergantung pada tengkulak maupun pihak ketiga,” ungkapnya, Kamis (23/4/2026). Salah satu inovasi yang dikembangkan dalam kegiatan ini adalah pembaruan desain tungku oven kayu. Tim pengabdian merancang sistem distribusi panas tiga arah yang bertujuan meningkatkan efektivitas proses pengeringan sekaligus mempercepat produksi. Seluruh proses desain dan fabrikasi dilakukan di bengkel pemesinan UNY dengan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek. Anggota tim pengabdian, Andrian Wisnu Dewangga M.Pd, menyampaikan bahwa rancangan tungku dibuat sesuai kebutuhan mitra agar lebih efisien dalam penggunaan energi dan kapasitas produksi. Dengan adanya alat tersebut, kualitas hasil produksi diharapkan menjadi lebih stabil dan produktivitas kerja meningkat. Selain penguatan pada aspek teknologi produksi, kegiatan ini juga memberikan pendampingan terkait strategi pemasaran digital. Para pelaku usaha dikenalkan pada pemanfaatan media sosial dan platform pemasaran daring untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk kerajinan kayu. Ketua UKM Gandok Handycraft, Supandi, mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Ia menyebut bahwa selama ini pemasaran produk masih dilakukan secara konvensional dengan menunggu pembeli datang. Melalui pendampingan yang diberikan, para perajin mulai memahami cara memasarkan produk secara online dan menjangkau konsumen secara lebih luas. Dr. Kiromim Baroroh. M.Pd yang juga terlibat dalam kegiatan ini menekankan bahwa keberlanjutan program menjadi aspek penting dalam pemberdayaan masyarakat. Pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi diarahkan agar mitra mampu mengembangkan manajemen usaha dan strategi pemasaran secara berkelanjutan. Melalui perpaduan inovasi teknologi produksi dan penguatan pemasaran digital, program pengabdian ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian UKM lokal. Dengan dukungan perguruan tinggi, para perajin kayu diharapkan mampu memperkuat daya saing produk hingga menembus pasar nasional maupun internasional. Ke depan, tim pengabdian bersama mitra akan terus melanjutkan kolaborasi dalam pengembangan teknologi produksi serta perluasan jaringan pemasaran digital. Sinergi antara dunia akademik dan masyarakat tersebut menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal berbasis inovasi.
Pengisian Data
Contact Us

Copyright © 2026,
