
You are here
Teknologi Mesin Pencacah Rumput Dukung Kemandirian Peternak Kampung Emas Pacarejo
Gunungkidul – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Mbangun Desa mengembangkan teknologi mesin pencacah rumput untuk mendukung kemandirian dan keberlanjutan usaha peternakan masyarakat di Kampung Emas Kepuh, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.
Program bertajuk “Peningkatan Kemandirian dan Penguatan Sistem Pakan Ternak Berkelanjutan melalui Teknologi Mesin Pencacah Rumput di Kampung Emas Kepuh, Pacarejo, Semanu” ini dilatarbelakangi oleh proses penyediaan pakan ternak yang masih banyak dilakukan secara manual. Kondisi tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang relatif besar serta menghasilkan ukuran cacahan pakan yang belum seragam.Kampung Emas Kepuh memiliki potensi hijauan lokal dan limbah pertanian yang cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak. Sebagian masyarakat juga mengembangkan peternakan sapi skala rumah tangga sebagai salah satu sumber pendapatan keluarga. Namun, keterbatasan teknologi pengolahan pakan menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan efisiensi aktivitas peternakan.
Melalui penerapan mesin pencacah rumput berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG), proses pengolahan hijauan dan limbah pertanian diharapkan dapat dilakukan dengan lebih cepat, lebih seragam, serta mengurangi beban kerja peternak. Teknologi tersebut juga diharapkan dapat mendukung pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih optimal dan berkelanjutan.Program ini diketuai oleh Dr. Ir. Paryanto, S.Pd., M.Pd., bersama Andrian Wisnu Dewangga, S.Pd., M.Pd., Dr. Siti Marwati, M.Si., dan Dr. Drs. Yatin Ngadiyono, M.Pd., serta melibatkan lima mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan.
Pengembangan teknologi tidak hanya diarahkan pada penyediaan alat. Kegiatan juga dirancang mencakup pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pengaturan jadwal penggunaan, serta pembentukan sistem pengelolaan mesin secara kelompok.Selain itu, masyarakat akan didorong menerapkan prinsip 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin, sehingga penggunaan teknologi dapat didukung oleh area kerja yang lebih tertata, aman, dan mudah dipelihara. Program menargetkan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan dan merawat mesin sehingga teknologi yang diberikan dapat digunakan secara berkelanjutan.
Berdasarkan laporan kemajuan, beberapa tahapan telah terdokumentasi, antara lain analisis kebutuhan mitra, penyusunan rancangan teknis mesin pencacah rumput, penyusunan draft artikel, serta pengembangan awal SOP, modul, dan instrumen evaluasi. Rancangan teknis mesin juga telah disiapkan sebagai dasar untuk proses fabrikasi dan pengujian lebih lanjut.Tahapan berikutnya akan diarahkan pada finalisasi teknologi, fabrikasi dan uji fungsi mesin, sosialisasi, pelatihan kepada masyarakat, pendampingan penggunaan, serta evaluasi efektivitas program. Pendekatan partisipatif diterapkan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima teknologi, tetapi turut berperan dalam pengoperasian, pengelolaan, dan pemeliharaan mesin.Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sistem penyediaan pakan ternak yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan. Penerapan teknologi tepat guna yang dipadukan dengan peningkatan keterampilan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kemandirian peternak sekaligus mendukung pengembangan potensi pertanian dan peternakan di Kampung Emas Kepuh.
Pengisian Data
Contact us

Copyright © 2026,
